Operasi likuiditas Federal Reserve memberikan dorongan signifikan bagi aset berisiko ketika pengetatan kuantitatif berhenti sementara dengan injeksi repo sebesar $13,5 miliar pada 1 Desember. Ini menandai dorongan likuiditas semalam terbesar kedua sejak awal krisis COVID-19, menandakan pergeseran sikap kebijakan bank sentral. Peserta pasar mengartikan langkah ini sebagai akhir dini pengurangan neraca untuk 2025, mendorong arus masuk ke saham dan aset digital.
Bitcoin memimpin respons tersebut, melonjak menuju target harga $50.000 seiring kembalinya kepercayaan para pelaku pasar makro yang optimis. Data historis menunjukkan bahwa injeksi repo sebesar ukuran ini telah bertepatan dengan reli harga aset yang berkelanjutan. Analis menyoroti korelasi antara perluasan neraca Fed dan valuasi cryptocurrency, mencatat bahwa likuiditas dolar yang meningkat sering kali diterjemahkan ke alokasi aset berisiko yang lebih tinggi.
Meja perdagangan melaporkan spread bid-ask yang lebih luas disertai volume yang lebih tinggi di bursa kripto utama. Metrik volatilitas tersirat untuk kontrak berjangka Bitcoin naik secara moderat, mencerminkan optimisme yang berhati-hati. Pasar opsi memperkirakan volatilitas realisasi 30 hari sebesar 70%, naik dari level terendah baru-baru ini, menunjukkan para pedagang mengantisipasi pergerakan harga yang moderat meskipun lonjakan likuiditas.
Strategi pasar memperingatkan bahwa lonjakan likuiditas ini dapat diseimbangkan oleh ekspektasi potongan suku bunga. Data CME Group FedWatch menunjukkan probabilitas tinggi pemotongan sebesar 25 basis poin pada pertemuan FOMC 10 Desember. Dinamika carry trade yen dan perbedaan kebijakan Bank of Japan juga memengaruhi korelasi antar-kelas aset, dengan arus kripto berbasis yen yang diamati pada sesi perdagangan Asia.
Metrik on-chain menunjukkan pasokan stablecoin tumbuh 4% dalam 24 jam, didorong oleh peningkatan minting USD Tether dan USDC. Alamat aktif di jaringan Bitcoin naik 12%, mencerminkan keterlibatan on-chain yang diperbarui. Likuidasi di pasar futures perpetual turun 30%, menunjukkan peningkatan stabilitas pasar setelah injeksi.
Pandangan strategis menunjukkan bahwa jika Bitcoin bertahan di atas $48.500, momentum bisa mendorongnya menuju level resistensi $52.000. Sebaliknya, kegagalan mempertahankan level saat ini dapat menyebabkan konsolidasi di dekat $45.000. Lindung nilai institusional melalui spread opsi dan swap volatilitas dapat meningkat seiring pasar menyesuaikan diri dengan sinyal kebijakan yang berkembang.
Komentar (0)